Talijagad.com

JODOH DITANGAN TUHAN ITU MEMANG BENAR TETAPI PERJODOHAN DITENTUKAN UMATNYA

Pernikahan adalah suatu cara manusia untuk menjalin kasih sayang antara Pria dan Wanita. Agar terjalin kasih sayang yang baik dan benar dibutuhkan cara dan aturan yang benar. Dalam pernikahan inilah umat manusia membentuk suatu peraturan dalam berumah tangga.
Pernikahan mempunyai nilai yang sangat sakral dalam kehidupan umat manusia, karena itulah dalam melakukan pernikahan harus benar dan tepat sesuai dengan aturannya.
Pernikahan mempunyai 2 (dua) Dasar Pokok yaitu:
1. Menyatukan Nilai Rasa
2. Menyatukan Nilai Raga

Dalam penyatuan Nilai Rasa ini berhubungan dengan Alam Tuhan atau Moril dan Etika, sehingga dibutuhkan aturan Agama. Dalam Penyatuan Nilai Rasa dibutuhkan Sarana dan Prasarana yang mempunyai Nilai Ketuhanan.
Dalam mempersatukan Nilai Raga ( badan) juga membutuhkan syarat dan Rukunnya. Nilai Raga ini yang banyak dipahami umat manusia sehingga nilai yang sangat penting ( dasar) banyak ditinggalkan, padahal Nilai Rasa ini yang sangat menentukannya didalam membentuk Pranatan (aturan) berkeluarga.
Pernikahan dalam bahasa Jawa Kuno disebut LAKI RABI.
LAKI maksudnya adalah bertemunya bangsa Raga lawan Jenis didalam hubungan Suami Istri.
RABI adalah bertemunya tali rasa Pria dan wanita dalam berkasih sayang dan sekarang yang disebut dengan PERNIKAHAN.
Pranatan (atruran) pernikahan di dalam Islam berdasarkan Ilmu Jawa menggunakan pakem 2(loro/dua) itu ganjil dan 3(Telu/tiga) itu Genap.
Yang dimaksudkan Loro (2) itu Ganjil adalah:
1. Hanya ada Penganten
2. Hanya ada wali /penghulu
Yang dimaksudkan Tiga/telu (3) dikatakan genap karena itu syarat wajib nikah.
1. Ada pengantin
2. Ada wali
3. Ada saksi
Tiga syarat ini harus dipenuhi.

Artikel tentang pernikahan ini akan kami sampaikan secara bertahap dan kami mengacu kepada pembelajaran dari para leluhur jawa yang kami dapatkan. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami terhadap yang memiliki paham atau keyakinan lain dari pembahasan pernikahan, sebelumnya kami mohon maaf. Kami yakin masih banyak umat yang belum paham dan membutuhkan pengertian tentang pernikahan , oleh karena itu masalah yang akan kami bahas meliputi, antara lain: Syakralnya Pernikahan, Syarat Pernikahan, perhitungan Perjodohan, Pilah pilih Jodoh, Pekem Hidup Manusia, mencari hari baik untuk pernikahan yang berkaitan dengan Ilmu Petung, dan masih banyak lagi.
Manusia yang tidak paham akan mengatakan, semua hari itu baik, benar sekali dan itu tidak salah, tetapi baik untuk apa? Pertanyaan yang perlu direnungkan, mengapa hari ada namanya, dari Jumat – sampai Kamis? Mengapa tidak dibuat Jum’at semua atau minggu semua?. Untuk tidak menimbulkan salah pengertian dan fitnah diantara umat, ada baiknya bagi yang kurang sepaham mohon jangan membaca artikel kami berikutnya.

Indonesia is a country consisting of thousands of islands, ethnic, religious and cultural. One of the ethnic groups are Javanese. Based on the history of the tribe Java has a very strong culture and is still widely believed by most of the tribe of Java.

Many indigenous tribes who still lived by Javanese majority of the people. Even if traced in depth, many of which are used as in the show rituals.

In preserving Javanese culture as the heritage, the author deliberately gradually summarize in this website, because it fits the philosophy of Java is that the civilized nations that respect the services of his ancestors. The author is deliberately using the Indonesian language to load this paper, the hope and goal that the primary so that the generation of Java can understand the culture that has been passed down by his ancestors. The Javanese ancestors have taught his successors should be able to respect nature and its contents as God’s creation. The ancestors also expects future generations have a great spirit and virtuous. But for those who are not in Indonesian can translate into the desired language using the facilities of existing technologies such as google translate, also did not rule out if you want to responding to or wish you could convey an understanding into your language, and we will keep trying to respond or answer. We believe many people even spare Java Indonesia is still much less understand the discussion that we convey.
Congratulations to follow stages

Artikel berikut adalah mengenai Ilmu Petung / Hitungan. Bila Anda orang Jawa dimanapun berada, biasanya pernah mendengar Ilmu Petung dari para Leluhur atau orang Tua kita, bila belum pernah tahu silahkan anda membaca artikel ini, Bagi yang pernah mendengar dan tahu juga bisa mempelajari lebih dalam tentang Ilmu Petung ini. Saya sangat bangga dilahirkan dari Orang Jawa, dan saya juga sangat kagum bagaimana para leluhur memiliki kemampuan yang sangat luar biasa terutama dalam Ilmu Petung.

Dalam Islam Ilmu Petung ini disebut Ilmu Hisab, ilmu yang digunakan untuk menentukan Penanggalan. Dijawa ada dua paham dalam Ilmu Petung ini.

pertama dikenal sebagai perhitungan ABOGE yang artinya Tahun nya Alif tanggal 1 Asyuro / Muharam Jatuh pada Hari Rabo Wage. adanya Aboge ini sudah berlaku sejak Jaman Kerajaan Majapahit

kedua dikenal sebagai perhitungan ASOPON yang artinya Nama tahunnya Alif tanggal 1 Asyuro / muharam jatuh pada hari Seloso Pon. Perhitungan ini menurut sejarah dimulai sejak berkuasanya Raja Sultan Agung dari kerajaan Mataram – Yogjakarta saat ini.

Perbedaan kedua paham tersebut adalah waktu dimulainya tanggal 1 Muharam sehingga bila kita amati Paham ASOPON selalu ada selisih satu atau dua hari dengan paham ABOGE, dan perhitungan ASOPON ini menurut pengamatan kami yang digunakan pedoman dari Organisasi Muhammadiyah saat ini dan penanggalan Jawa yang sering kita lihat di kalender. Pembahasan dalam Ilmu petung ini kami akan menggunakan Paham ABOGE karena Paham inilah yang diciptakan leluhur kita dalam perhitungan hari – Ilmu Falak atau Hisab.

Untuk direnungkan: Mengapa harus ada Ilmu Petung / Hitungan Hari ? Apa jadinya kalau hari itu selama satu minggu harinya minggu semua? Atau Jum’at semua? Allah SWT menciptakan ini melalui umatnya pasti ada tujuan yang terkandung didalamnya. Tidak ada sesuatu yang dicipta tanpa ada Makna dan Tujuannya.

Bagi Orang Jawa yang mempercayainya, Ilmu Petung sangat diperlukan bagi manusia untuk menentukan langkah ke depan dengan harapan agar tidak banyak halangan ( tentunya juga selalu berdo’a memohon kepada Allah SWT), karena dengan perhitungan yang tepat dan akurat,  hidup dan kehidupan kita menjadi sukses

Ilmu Petung dibagi dua bagian:

Hitungan yang berhubungan dengan kehidupan makhluk hidup di alam dunia, seperti menghitung kuatnya suatu bangunan, hitungan kekuatan sesuatu benda, dan hitungan suatu keadaan seperti bercocok tanam, mendirikan bangunan, membeli suatu benda yang istimewa. Perhitungan ini disebut HITUNGAN RAGA/TEKNIS.

Hitungan yang berhubungan dengan NILAI HIDUP atau Perjalanan Kehidupan Manusia, dari lahir sampai meninggal dunia dan sampai batas akhir alam akhirat. Misalnya hitungan hari pernikahan, hari keagamaan, dan hari ritualnya orang yang sudah meninggal dunia. Perhitungan ini disebut HITUNGAN HIDUP/NON TEKNIS.

Banyak yang mempercayai, bila hitungan kedua ini tidak tepat, maka yang dihasilkannya tidak tepat juga.

Untuk menghasilkan kedua perhitungan ini, beberapa dasar yang harus dipahami, yaitu:

  1. Dino / Hari : Nama Hari
  2. Syasi / Bulan : nama bulan
  3. Tahun
  4. Windu

Dari keempat dasar inilah perhitungan TEKNIS DAN NON TEKNIS untuk mengarahkan suatu tujuan HIDUP dan KEHIDUPAN yang dijalankan yaitu MANUSIA.

Didalam Raga manusia mengandung Lima Unsur dalam Bahasa Ilmu yang disebut dengan LIMA PASARAN.

Agar lima unsur  yang ada didalam tubuh sinergi dan lurus dengan alam dibutuhkan suatu pengetahuan, didalam melaksanakan hitungan yang berhubungan dengan nilai kehidupan dibutuhkan juga sarana yang sesuai dengan sifat keadaan itu sendiri dan diperlukan juga etika atau Tata Krama agar menyatu dengan keadaan yang ada.

Dino atau Hari yang mempunyai jumlah tujuh, dari hari Jum’at- Sabtu – Minggu – Senin – Selasa – Rabu dan Kamis, dimana setiap hari mempunyai sifat dan karakter yang tidak sama, dan juga memilik nilai kekuatan masing masing.

Masing-masing sifat dan karakter hari (dino) sesuai dengan namanya  hari itu sendiri yaitu:


NILAI ANGKA / NEPTU

Untuk dapat melakukan hitungan hari harus tahu Nilai angka / Neptu hari yang bersangkutan, ini merupakan dasar yang sudah baku. Dari mana asal angka angka tersebut?. Itulah termasuk hasil karya leluhur kita dimana hari memiliki kandungan angka/nilai.

Nama Hari dan Nilai angka hari sebagai berikut:

Temukan Blueprint Rahasia untuk Meraih Ribuan Dollar melalui Affiliate Marketing

Setelah memahami nama sifat dan nilai hari ketujuh ini , kemudian anda harus paham juga dengan Kelima Nama Pasaran dan nilai angka yang dikandungnya , karena kelima ini yang paling penting dan sulit untuk pemahamannya. Pasaran ada Lima nama dimulai dari ; LEGI, PAHING, PON, WAGE DAN KLIWON. Nama Hari dimulai hari JUM’AT dan Pasaran dimulai dari LEGI.  Agar dapat menyatu kedua sifat ini, maka dimulailah perhitungan Hidup dan Kehidupan pada JUM’AT LEGI.

Nama Pasaran dan Nilai Angka pasaran  sebagai berikut:

Didalam perjalanan kehidupan ada dasar empat arah yaitu: TIMUR – SELATAN – BARAT – UTARA, dalam bahasa Ilmu hidup disebut KIBLAT PAPAT .

Untuk memahami tata guna dan manfaat Ilmu petung memang sangat panjang dan Rumit, dengan demikian kami memang tidak membahasnya secara terperinci disini, kami hanya akan menyampaikan secara garis besarnya saja. Untuk lebih terinci kami akan terbitkan sebuah eBook Khusus Ilmu Petung ini diwaktu mendatang. Sampai jumpa.

Dalam Kitab Suci Alqur’an Surat Albaqoroh 183 : Hai Orang-orang yang beriman, diperlukan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diperlukan atas orang-orang  sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa.
Sebentar lagi Kaum Muslimin / Umat Islam akan memasuki Bulan Puasa / Ramadhan. Untuk itu Saya mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, semoga Syukur anda diterima Allah SWT.

Khususnya Umat Islam yang berada di Indonesia, menentukan memulai dan mengakhiri puasa sudah banyak Faham yang dianut, sehingga Sholat Idul Fitrinya Umat Islam di Indonesia ada 4 Hari yang berbeda. Saya masih ingat betul sewaktu masih kecil hampir tidak ada perbedaan tersebut. Mengapa hal ini terjadi? Singkat kata saya tidak ingin membahas perbedaan tersebut, biarlah masing-masing meyakini kebenarannya. Saya hanya ingin menyampaikan cara menentukan tanggal 1 Ramadhan menurut keyakinan saya dengan berpedoman pada Ilmu yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Ikhlas

Sebelum saya membahas Cara menentukan tanggal 1 Ramadhan, saya ingin mengingatkan Para Kaum Muslimin khususnya yang berada di Indonesia. Dimana setiap kita mendengar ceramah para Ustad dan Da’i, kebanyakan membahas masalah PAHALA.  Seperti Pahalanya umat muslim yang menjalankan Sholat Tarwih dimalam pertama sampai Malam kesepuluh pahala nya sekian banyak 7, 27 , 1000 bulanu dan masih sekian Banyak Pahala-pahala yang diharapkan.

Melalui Tulisan Ini saya menghimbau kepada Yang terhormat Alim Ulama / Para Ustadz / para Kyai Khususnya yang sering berdakwah, Jangan lah membodohi Umat lagi, dengan memberikan Iming-iming PAHALA jika menjalan Syariat Islam.
Ikhlas dapat diartikan, memberikan atau mengerjakan sesuatu tidak mengharapkan imbalan apapun. Ikhlas dapat saya Ibaratkan Buang Air besar, begitu kita buang Air Besar lega Rasanya , seperti itulah Ikhlas. Barang siapa yang melaksanakan Ibadah mengharapkan PAHALA apakah Ibadahnya dilakukan dengan Ikhlas? Apakah kalau Anda melakukan Sholat Tarawih, berpuasa mengharapkan PAHALA? Anda akan melakukan pekerjaan yang Sia-sia. Lalu Mengapa Kita Sholat, Berpuasa, Zakat dan Haji?

Inilah yang benar-benar perlu anda perhatikan. Allah tidak akan Rugi sedikitpun bila anda tidak berpuasa, bahkan orang diseluruh dunia tidak ada yang sholat, berpuasa, Zakat Allah juga tidak akan Rugi. Allah tetap akan memberi Anda Nikmat, Rejeki, Sehat, kepandaian, Kekayaan dan lain-lain.
Ingatlah ayat berikut: Laa inksyakartum laa adzidanakum wainkafartum Inna adzabi laa sadid, Barang siapa yang dapat mensyukuri NikmatKu maka akan Aku tambah nikmat nikmat yang lain, tapi ingat barang siapa yang kufur akan nikmatKu siksaKu amat pedih. Baca juga Surat Az-Zumar ayat 2 dan 3 yang artinya Sembahlah Allah serta mengikhlaskan Agama bagiNya. Lalu Apakah kalau beribadah mengharapkan PAHALA dari Allah itu salah? Saya tidak membahas benar atau salah, karena kebenaran yang hakiki hanya milik Allah SWT, sudah sepantasnya kita bersyukur atas limpahan Rahmat dan Nikmat.
Jadi mengapa kita menjalankan ibadah sholat, puasa, zakat dan sebagainya, tidak lain hanyalah kita bersyukur atas Nikmat yang kita terima. Saya Berharap kepada kaum muslimin, jika menjalankan Ibadah janganlah mengharapkan mendapatkan PAHALA, akan sia-sia ibadah Anda, jalankan hanya semata-mata karena Allah SWT, mensyukuri Nikmat yang sudah kita terima, memohon ampunan kepada Allah atas dosa-dosa dan kelalaian yang telah dilakukan dan terakhir memohon RidhoNya. Semoga menjadi bahan Renungan Wallohualam.

Menentukan Tanggal 1 Ramadhan

Beberapa cara yang digunakan umat Islam untuk menentukan dimulainya tanggal 1 Ramadhan, dengan Ru’yat ( Melihat Hilal) , Hisab (perhitungan).
Saya ingin menggunakan cara Hisab / perhitungan dengan pedoman penanggalan ABOGE.
Penggalanan ABOGE sudah ada sejak Nenek Moyang Kita, ABOGE artinya Tahunnya Alib tanggal 1 Asyuro Rebo Wage.  Banyak yang mengatakan ABOGE adalah ISLAM ALIRAN ABOGE,  di TV anda sering mendengar hal seperti itu. Saya hanya ingin meluruskan bahwa ABOGE bukanlah Suatu Aliran dalam Islam, tetapi ABOGE adalah SUATU PAKEM / salah satu cara yang digunakan para leluhur Jawa untuk membuat perhitungan penanggalan dimana penanggalan/kalender Jawa saat ini sudah menunjuk Th 1944.

Melalui Tulisan ini saya nyatakan Bahwa ABOGE adalah PAKEM PENANGGALAN JAWA merupakan Hasil Karya Para Leluhur Jawa atau Bangsa Indonesia. Jadi Bila dikemudian hari ada bangsa lain yang menyatakan atau mengklaim Hasil Karyanya adalah tidak Benar, mudah-mudahan Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nasional Indonesia mempatenkan ABOGE sebagai Hasil Karya Bangsa Indonesia. Sebenarnya masih ada satu Pakem lagi yaitu Pakem ASOPON ( Tahunnya Alip tanggal 1(satu) adalah Seloso Pon/ baca Ilmu Petung)

Untuk mudah dipahami cara perhitungan dengan PAKEM ABOGE kami sajikan dalam Tabel berikut:

Dari Tabel tersebut diatas dapat diberikan penjelasan sebagai berikut:
Hari dimulai hari Jum’at, Pasaran dimulai Legi, Bulan dimulai dari Suro, tahun dimulai dari Alip
Pakem tanggal 1 suro / Muharam dimulai dari Pakem tahunnya, Misalnya tahun Alib pakemnya ABOGE, Tanggal 1 Suro / Muharam pasti hari Rebo Wage, sedangankan ditahun 2011 ini tahunnya adalah BiMISGI Jatuh pada Hari Kemis Legi.
Cara menghitung tanggal 1 bulan berikutnya lihat pakem tanggal 1, misalkan tahunnya Alip , tanggal 1 bulan sapar akan jatuh pada hari: PARLUJI (SAPAR TELU SIJI ) artinya bulan sapar harinya dihitung 3 hari kemudian dan dimulai hari Rabo, yaitu Rabo – Kamis – Jum’at, Lalu pasaran 1 dimulai dari Wage dan ketemunya tetap Wage, Jadi Tanggal 1 sapar tahun Alip jatuh pada Hari Rebo Wage.
Hasil perhitungan untuk Tahun 2011 atau BIMISGI Sebagaimana table Berikut ini:

Dari Tabel tersebut diatas, Bagi yang menghitung dengan pedoman ABOGE tanggal 1 Bulan Ramadhan akan jatuh Pada hari Seloso Pahing dan Lebaran atau 1 Syawal akan Jatuh Pada Hari Kemis Pahing.
Bila anda melihat Kalender yang ada dimasyarakt Umum saat ini, tanggal 1 Ramadhan akan jatuh pada Hari Senin Legi / Manis dan 1 Syawal akan jatuh Pada hari Rabu Pagi. Mengapa berbeda ? karena PAKEM yang digunakan adalah PAKEM ASOPON, Tahunnya Alib tanggal 1 Suro/Muharannya jatuh pada hari Seloso Pon dan akan selalu selisih 1 atau 2 hari dengan pakem ABOGE.


Menurut hasil penelusuran kami, perbedaan ini terjadi sejak Jaman Kerajaan Mataram ( DKI Jogyakarta sewaktu dipimpin oleh Raja Sultan Agung Hadiningrat ), sehingga terjadi pergeseran.1 atau 2 hari.
Dengan Tabel Tersebut Anda akan mampu menentukan tanggal 1 Ramadhan untuk 10 tahun bahkan tahun berapapun yang akan datang . Agar mudah dipelajari dan dipahami para Pembaca, diatas adalah Hasil Perhitungan untuk tahun 2012. Semoga bermanfaat… Amiiin

 

 

 

Dibuat bagi kalangan sendiri

Banyak orang mencari Ilmu dan banyak pula yang katanya mempunyai Ilmu, sebelum mencari Ilmu kita harus paham, Ilmu itu apa? Dan dimana ilmu itu berada?

Ilmu pada intinya dibagi dua, yaitu:

  1. Ilmu Teknis  (Teknos )
  2. Ilmu Non Teknis

Ilmu Teknis adalah Ilmu Pengetahuan yang mengatur semua benda yang ada didunia (secara lahiriah) dan saat ini telah  terbagi menjadi berbagai disiplin Ilmu, sedangkan Ilmu Non Teknis mengatur kehidupan Makluknya terutama Manusia ( secara batiniah ).

Karena Ilmu Teknik telah banyak dibahas diberbagai disiplin Ilmu, Pembahasan kami dalam website ini adalah tentang Ilmu Non Teknis khususnya Ilmu yang menata kehidupan Manusia / umat sejak lahir hingga meninggal dunia yang  telah diwariskan oleh para Leluhur Jawa dari hasil penelusuran kami, yang disajikan secara garis besar dan tidak terinci namun tidak mengurangi maksud dan maknanya. Bila para pembaca ingin mempelajari tentang Ilmu yang kami maksud lebih mendalam, anda dapat menghubungi kami.

Ilmu itu artinya Dunung ( pada Hakekatnya ), agar Dunung dibutuhkan pengerten atau pemahaman dan Pengertian membutuhkan Guru yang Mengerti.

“ Bila sudah mempunyai Ilmu membutuhkan Laku. Laku membutuhkan sarana. Ilmu tanpa sarana sama dengan makan tanpa ada yang dimakan, sama dengan ORANG BUTA. Oleh karenanya Banyak Umat yang menjadi Buta Pemahamannya.”

Dimanakah Ilmu Itu Ada?

Ilmu kehidupan ADA dan BERADA di RAGA dan JIWAMU, dari bahasa “NGELMU “ Nyengel nang awakmu,  Polah Gerak, Nama dan sifat Ragamu ( ANATOMI TUBUH ). “ PAHAM DAN KENALI, RAGA DAN SIFATMU AGAR TAHU SIAPAKAH TUHANMU”

Sebelum mempelajari Ilmu dan mengenal lebih jauh dan mendalam, kita harus banyak mengenal hukum dan peraturan, seperti dalam agama Islam.

Hukum dan peraturan dalam agama Islam pada pokoknya ada dua bagian yaitu diperintah dan dilarang. Namun diantara hukum dan peraturan itu ada hukum yang statusnya berada diantara yang diperintah dan dilarang. Untuk menjalankan suatu perintah dan larangan itu kita harus mengerti dan mengetahui tujuannya. Kena apa kita diperintah dan untuk apa kita diperintah.

Didalam perintah dan larangan mengandung suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan yang diharap anda harus menjalankan sesuai dengan dasarnya dan yang telah ditentukan.

Didalam mempelajari Ilmu yang akan disampaikan seperti Ilmu Kalam tidak ada suatu perintah yang ditentukan, namun sebagai dasar kita memakai sabda beliau Nabi Muhammad SAW:

“ TOLABUL ILMI FARIDOTUN ALA KULLI MINAL MUSLIMIN WAL MUSLIMAT”

Artinya: Menuntut Ilmu wajib bagi orang Islam laki-laki dan perempuan

Dalam sabdanya ( Hadist ) peranan Ilmu sangatlah penting, sehingga beliau mengeluarkan sabda, dan banyak lagi perintah yang menganjurkan untuk mencari Ilmu. Bahkan dalam kitab lain diterangkan, amal ibadah tanpa mengerti ilmunya tidak akan diterima disisi Allah.

Jadi peranan Ilmu sangat penting untuk melakukan suatu Ibadah, sedangkan Ilmu Kalam adalah Suatu bagian dari unsur Alqur’an dan menjadi sifatnya Allah, sehingga banyak manusia yang tidak mengerti dan tidak mengetahuinya karena kalam berada dalam posisi status yang menyuruh atau Tuhan ( ALLAH ). Artinya mempelajari Ilmu Kalam untuk merapatkan kita kepada yang membuat perintah ibadah yaitu Allah SWT.

Bisa diartikan yang mempelajari dan yang menjalankan Ilmu Kalam adalah orang-orang tertentu atau orang-orang berfikir.

PENGUKUHAN / BIATAN

Beberapa perguruan menggunakan metoda Pengukuhan atau Pembiatan.

Pengukuhan atau Pembiatan adalah suatu sistim atau cara yang dipakai untuk memasukkan suatu Ilmu atau pengertian. pembiatan ini dilakukan menurut tradisi dan kebiasaan masing-masing. Dalam pembiatan ini banyak unsur yang dimasukkan oleh pihak pembiat, seperti unsur  diwajibkannya suatu ajaran tertentu atau juga aturan yang tidak boleh ditinggalkan.

Bisa diartikan orang yang dibaiat telah disumpah untuk melakukan suatu program yang diajarkan, sistim penyumpahan ini banyak dipakai dari golongan orang yang menjalankan aktifitas ketuhanan atau ketauhidtan yang disebut ahli TARIQQOH.

Terdapat perguruan dalam pembaiatan tidak menerapkan sistim penyumpahan atau mewajibkan suatu ajaran, yang di ajarkan adalah sistim kesadaran dan pengertian, karena dengan sistim ini kita melakukan suatu ajaran kita dengan ringan dan tidak terpaksa dan tidak ada paksaan dari sisi manapun. Sehingga dilakukana dengan ihklas dan yang melakukan ajaran ini karena merasa sebagai kebutuhan diri sendiri, akan tetapi sistim ini ada mempunyai sisi lain yang kurang baik, yaitu orang akan tidak menjadi konsekuensi yang kuat, kecuali bagi mereka yang sangat membutuhkannya.

Untuk dapat memberikan gambaran kepada para pembaca yang budiman, seperti tujuan awal, beberapa hal yang akan disampaikan adalah

-          Ilmu Pengenalan Diri: … Dan siapa yang mengerti dirinya akan tahu Tuhannya

-          Ilmu Kalam: Yang mengajarkan dengan Pena ( Al Alaq ayt 4 )

-          Ilmu Rogo Sukmo

-          Ilmu Tasawuf

-          Ilmu sangkan Paraning Dumadi

-          Sifat 20

-          Proses Perjalanan setelah Mati Rogo

-          Sholat Wajib

-          Sifat Papat

-          Ilmu Noto Rogo

-          Ilmu Petung

-          Penanggalan Tritunggak

-          Ilmu petung Pencari hari kelahiran

-          Ilmu Petung Pernikahan

-          Ilmu Sam Iyat

-          Kitab Sapune Jagat

-          Pilah Pilih Jodoh

-          Ilmu Noto Menungso

-          Noto Weton Pribadi

-          Dan lain-lain Masih Banyak yang tidak kami sebutkan satu persatu, dan harap bersabar.

Tasawuf adalah Ilmu pemahaman kehidupan. Tasawuf bermacam-macam orang mengatakannya, tetapi yang paling penting adalah pelaksanaannya. Menjalankan Ilmu Tasawuf bila tidak ada yang mengarahkan dengan benar, hasil yang dicapai tidak seperti makna ILMUNYA.
Tasawuf bisa dikatakan menjalankan piwulang / pelajaran agama, dengan menggunakan dan memanfaatkan DAYA PIKIR DAN HATI. Manunggal Laku “ GUSTI ALLAH” MBAGUSI HATI DAN TINGKAH POLAH.
Dengan tujuan mencapai drajat yang luhur ( mutaqin) / makrifatulloh dengan menjauhi sifat yang Jelek (kalawan ngedohi sifat kang olo ). Tasawuf pada intinya yaitu menjalankan (melakukan) suatu perbuatan yang menuju pada HAKEKATNYA ( POKOK).

Didalam menjalankan TASAWUF anda harus paham dan mengerti 4(empat) dasar, yaitu:
1. SHYARIAT ( Shyariah )
2. TORIQQOH ( Thoriqot )
3. HAKEKAT ( Khakekat )
4. MAKRIFAT (Makrifattullah )

Akan tetapi, dalam tatanan urutan Hakekat dan Makrifat bisa dibalik Makrifat baru Hakekat, dan sistim balik ini juga dipakai beliau Syeh Abdul Kodir Aljaelani tatkala mendidik SANTRINYA, yaitu:
1. SHYARIAT
2. TORIQQOH
3. MAKRIFAT
4. HAKEKAT

Pada intinya pemahaman ini, antara Makrifat dan Hakekat bisa bolak balik melihat makna yang dibahas ( dikaji ).
1. Shyariat ialah suatu gerak yang mengarah pada TUJUAN, dan pada umumnya dinilai dari sendi Agama, berhubung syariat ini gerak, sehingga mudah untuk dilihat ( diketahui ) tujuannya
2. Thoriqqoh ialah suatu gambaran pola pikir manusia atau juga pengertian, ilmu keimanan dan juga keyakinan, yang akan dilalui oleh Shyariat. Artinya jalan yang dilalui ( yang menuju ).
3. Hakekat ialah suatu kenyataan yang benar, adanya hakekat ini ditimbulkan dari syariat dan thoriqqoh, artinya mencapai hakekat harus melalui Shyariat dan Thoriqqoh.
4. MAKRIFAT ialah Suatu tujuan (harapan) yang akan datang dan pasti.

Makrifat = Maripat = Mripat = Mata = Melihat. Dengan adanya wujud pasti ada makrifatnya, makrifat juga bisa disebut INTELEKTUALITAS / RASIO.
Dalam mempelajari tasawuf kita harus memakai Dua DALIL atau Alasan yaitu DALIL AKLI dan NAKLI.
DALIL AKLI yaitu dasar yang memakai AKAL (RASIO ) untuk menjadikan suatu nilai BENAR.
DALIL NAKLI yaitu dasar yang diambil dari kitab-kitab yang telah diyakini, kebanyakan dari unsur ALQUR’AN.
Dari dua dasar inilah manusia mudah menemukan nilai-nilai yang benar, untuk membina kehidupannya dengan selamat.

Jangan Lupa Dasar ini:
Pahamilah( Pahammono) – Mengertilah(Ngertennono) – Maknailah ( Dunungno) – Rasakanlah ( Raosno)
1. Dzat – Djalal – Kotak – Syariat – Kiblat
2. Sifat – Djamal – Segi Panjang – Thoriqot – Kiblat
3. Afngal – Kamal – Segi tiga – Hakekat – Kiblat
4. Asmo – Kohar – Im Yang – Makrifat – Kiblat

Untuk mencapai makrifat anda harus memahami sifat 20, dari HO-NO-CO-RO-KO sampai MO-GO-BO-THO-NGO atau dari Wujud – Qidam – Baqok sampai Mutta Kaliman yang akan saya sampaikan tersendiri. Makna Surat AlQodar adalah Ilmu tasawufnya Allah. Mengingat Ilmu tasawuf ini sangat kompleks dan luas sekali, maka kami tidak membahasnya secara mendetail, dan hanya memberi sekelumit gambaran luarnya saja. Silahkan belajar kepada Guru yang Benar dan paham

Do’a Sunan Kalijogo

Kita Sebagai generasi penerus, diakui atau tidak kita sudah banyak melupakan karya  yang ditinggalkan oleh para leluhur kita, salah satunya adalah pelajaran Kidung Rumekso ing wengi sebagai Karya Kanjeng Sunan Kali Jogo ( dalam bahasa jawa). Dalam kidung rumekso ing wengi ini memiliki makna yang sangat tinggi dalam kehidupan kita sehari-hari. Memang kesalahan bukan sepenuhnya terletak pada para pemuda atau generasi penerus, karena orang tua kitapun jarang yang mengetahui kecuali orang-orang tua kita yang memiliki kemampuan supranatural linuwih dan memahami hal ini. Kidungan ini ditulis dalam Bahasa Jawa dilagukan dengan Dandang Gulo. Anda yang ingin mendengar dan mempelajari gending ini sedang kami persiapkan agar bisa di download di Website ini ( Ya tunggu saja untuk di terbitkan)

Saya tidak yakin apakah masih ada para pembaca yang tertarik untuk mengetahui makna dari syair-syairnya yang dapat kita jadikan bahan renungan dalam kehidupan kita. Kami sengaja tidak mengupas makna dari syair-syair yang ada karena bahasa yang digunakan mudah dicerna (bagi orang jawa yang tahu bahasa jawa). Semoga bermanfaat, inilah syair-syair dalam kidung rumekso ing wengi.

KIDUNG RUMEKSO ING WENGI

ONO KIDUNG RUMEKSO ING WENGI, TEGUH HAYU LUPUTING LELORO

LUPUTING BILAHI KABEH, JIM SYETAN DATAN PURUN

PANALUAN TAN ONO WANI, MIWAH PANGGAWE OLO

GUNANE WONG LUPUT, GENI ATEMAHAN TIRTO

MALING ADOH TAN WANI NGARAH ING MAMI, TUJU GUNO PANSIRNO.

 

SAKEHING LORO PAN SAMIYO BALI, SAKEH OMO PAN SAMIYO MIRUDO

WELAS ASIH PANDULUNE, SAKEHING BROJO LUPUT

KADIYO KAPUK TIBANING WESI, SAKEHING WISO TOWO

SOTO GALAK TUTUT, KAYU WAENG LEMAH SANGAR

SONGING LANDAK GUNONE WONG LEMAH MIRING, MIYANG PAKIPONE MERAK.

 

PAGUPAKANE WARAK SAK KALIR, NADYAN ARJO MIYANG SEGORO ASAT

TEMAHAN RAHAYU MANGKE,  DADIYO SALIRO AYU

ING NGIDERAN PRO WIDODARI, RINEKSO ING MOLOIKAT

LAN SAGUNGING PORO  RASUL, PINAYUNGANNING  YANG SUKMO

ATI ADAM UTEKKU BAGINDO ISIS, PANGUCAP NABI  MUSO

 

PANAPASKU NABI ISO LUWIH, NABI YAKUB PAMIARSONING WANG

DAUD SUARAKU MANGKE, NABI IBRAHIM NYAWAKU

NABI SULAIMAN KASEKTEN MAMI, NABI YUSUF RUPEWANG

NABI IDRIS RAMBUTKU, BAGINDO ALI KULIT WANG

ABU BAKAR GETIH  DAGING NUMAR SINGGIH, BALUNGKU BAGINDO USMAN

SUMSUM INGSUNG FATIMAH LINUWIH, SITI AMINAH BAYUNING ANGGO

AYUB ING USUSKU MANGKE, NABI NUH JEJANTUNG

NABI YUNUS ING OTOT MAMI, NETRAKU YO MUHAMMAD

PANDULUKU RASUL, PINAYUNGAN ADAM HOWO

SAMPUN PEPAK SAK KATAHING PORO NABI, DADIYO SALIRO TUNGGAL.

 

ONO WIJI SAWIJI PANDADI, INGKANG PANCER SAKLUMAHING JAGAT

KASEMBADAN  DINING ZATTE, KANG MOCO KANG ANGRUNGU

KANG ANURAT, KANG ANIMPENI, DADIYO AYUNING JASAD

KINARYO SESEMBUR, LAMUN KINOCO ING TOYO

KINARYO DUS PRAWAN TUWO AGELIS RABI, WONG EDAN NULI WARAS

LAMUN ONO WONG KADENDO KAKI

WONG KABONDO WONG KAKEHAN UTANG, BECIK WACANEN AGE

ING WAYAH TENGAH DALU PING SEWELAS, WACANEN SINGGIH.

LUARING KANG KABONDO KANG KADENDO WURUNG

INGGAL NULI SINAURAN MRING YANG SUKSMO

KANG UTANG PUNIKO SINGGIH,KANG AGE NULI LUNAS.

 

LAMUN ARSO TULUS NANDUR PARI, APOSOO SEWENGI SEDINO WAE

IDERONO GALENGANE, WACANEN KIDUNG IKU, SAKEH OMO TAN ORA WANI.

LAMUN SIRO ARSO PERANG, WATEGKEN ING SEKUL

ANGSALO TIGANG PULUKAN, MUNGSUH IRO REP SIREP TAN ORA WANI

DADIYO UNGGUL PERANG IRO

 

SING SOPO BISO REKE BISO ANGLAKONI

AMUTIHO LAWAN MANUWUHO PATANG PULUH DINO WAE

LAN TANGI WAKTU SUBUH, LAN DEN SABAR SYUKURING ATI

INSYA ALLOH TINEKAN SAK KERSONE REKU, TUMRAP SAK ANAK RABINYO

SAWABE ILMU PENGIKAT MAMI, DOANING KALI JOGO

 

Tahukah…. Siapa diri anda sebenarnya? Pernahkan Anda menyebut Nama anda dalam berdo’a? Bagaimana anda akan mengenal Tuhan, dengan diri sendiripun anda tidak kenal? Coba renungkan jika ada pertanyaan siapakah diri anda?

Pengenalan diri lewat METODE FILSAFAT JAWA, pengenalan diri ini banyak yang mempelajari dengan metode yang terkenal dengan sebutan Sedulur papat lima pancer, akan tetapi banyak juga yang tidak sama, ada yang hanya memakai kakang kawah adi ari-ari, ada juga yang memakai bahasa (jawa) dulurku sing kerawatan lan sing ora kerawatan dan macam-macam.

Ada juga yang menamainya dengan sebutan nama-nama malaikat, ada pula yang menyebut malaikat papat, bahkan untuk sistim kangjeng Nabi Muhammad SAW disebutnya sahabat papat yaitu Abu Bakar – Usman – Umar – Ali.
Dan juga ada yang menamai: Jabrail – Mikail – isrofil – ijroil dan lain-lain.
Untuk pengenalan diri ( dulur papat ) ini ada juga yang mengajarkan memakai system / cara Beliau SYEH ABDUL QODIR ALJAELANI DAN SYEH SITI JENAR. Karena dengan sistim ini diyakini lebih akurat, sebab sebagai tolok ukur adalah Beliau berdua, yang mempunyai nilai Spiritual yang hebat. Dan sebagai acuan dasar untuk mengenal diri sendiri ada suatu bahasa yang mengarahkan untuk dipelajari.
Disebutkan didalam hadist :

ﻭﹶﻣﹶﻦﹾﺃﺭﹶﻑﹶﻧﹶﻒﹾﺷﹶﻪﹸﻑﹶﻗﹶﺪﹾﺍﹶﺭﹶﻑﹶﺭﹶﺑﹶﻪﹸ

DAN SIAPA YANG MENGERTI DIRINYA AKAN TAHU TUHANNYA
Nabi Rasulullah saw. Bersabda : barangsiapa orang yang tahu/mengenal terhadap dirinya sendiri, maka orang tersebut akan tahu/mengenal Tuhannya (Gusti Pangeran). Dan barangsiapa orang yang telah mengenal/tahu Tuhannya, maka sesungguhnya luluh/musnah tubuhnya/dirinya. Maksudnya : luluh/musnah dalam hal ini karena telah SATU / TUNGGAL, karena seluruhnya telah dipasrahkan ke Pangeran Yang Maha Agung
ADA PEPATAH KATA: “KENALILAH DIRIMU SEBELUM MENGENAL TUHANMU”.
Dari bahasa diatas ini mari kita mengacu pada diri sendiri melalui metode yang sesuai dengan budaya kita masing-masing. Ada salah satu perguruan, jika anda sebagai murid atau Santrinya anda akan diajarkan untuk mengenal sedulur papat ini, yang akan membawa dampak yang sangat hebat didalam dunia SPIRITUAL KETAUHITAN. Apalagi dibina bersamaan dengan Ilmu Kalam, akan menjadi sangat luar biasa, bila mampu untuk menjalankan.

Dalam falsafah lain dikatakan Ma’rifatullah
Bismillaahirrahmaanirrahiim , Wal-Ma’rifatu Fi’lussirri, bahwa ma’rifat ini merupakan kelakuan sir (rasa). Sir adalah af’alah (laku) Dzat Pangeran, yaitu Nurullah (cahaya Allah) yang menjadi tanda adanya Dzat Azali Abadi. Maksud dari manusia yang telah ma’rifat adalah yang telah tahu kepada asalnya yang sesungguhnya yaitu manusia yang samar (ghaib). Juga memahami terhadap asalnya manusia yang menjadikan (menghidupkan) sehingga sampai menjadikan apa yang disebut Insan Kamil (manusia yang sempurna).
Sempurnanya manusia ini ketika telah menjalankan kewajiban haq-nya sebagai manusia dan mengetahui keadaan, serta menguasai ilmu dan amal yang ikhlas seperti :
1. Badan manusia : badan – hati – ruh – rasa
2. Ilmunya : syariat – thariqat – hakikat – ma’rifat
3. Amalannya : dhahir – bathin – ghaib – barzah
4. Ikhlasnya : Lillah – billah – minallah – Bi idznillah

dikatakan oleh orang yang telah mencapai ma’rifat :
1. Laa maujuda Illallah : tiada wujud selain Allah
2. Laa Qudrata Illallah : tiada kuasa selain Allah
3. Laa Iradata Illallah : tiada keinginan selain dari Allah
4. Laa ‘ilma Illallah : tiada ilmu selain dari Allah
5. Laa Hasyata Illallah : tiada hidup selain dari Allah

Disebutkan didalam Al-Quran :
“dan tidakkah berpikir orang-orang semua bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya dengan sebenar-benarnya dan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Allah. Sesungguhnya kebanyakan diantara manusia ingkar kepada Allah.”
Maksudnya : ingkar disini berarti tidak mau menerima atau tidak percaya. Sedangkan manusia seharusnya tahu/mengenal isi yang ada dalam dirinya

Sedikit memberi gambaran, Pengenalan dimulai dengan memakai arah kiblat atau aran KIBLAT. Atau kiblat papat.

Metode pengenalan masing-masing orang akan berbeda-beda baik cara-cara ritual maupun sarannya (ubo rampe) namun pada intinya sama saja. Metode tersebut diatas lebih baik dilakukan pada hari yang sacral misalnya pada hari malam kelahiran atau sering disebut hari weton. Dengan cara:
- Sore hari mandi karmas memakai Sekar Wangi
- Puasa sehari semalam di mulai maghrib sampai maghrib dan mencegah tidur
- Doa Mandi dan doa puasa
Selesainya anda dikenalkan dilanjutkan dengan do’a dengan tawasul Suratul Fatikhah ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW, Syeh Abdl Qodir Aljaelani, Syeh Siti Jenar, Kangjeng Sunan Kudus dan lain-lain dan amalan wiridan yang harus dilakukan, selanjutnya anda akan dibimbing oleh Guru.
Untuk meningkatkan tingkat supra natural, Anda diminta Merawat diri dan merawat Ilmu dengan ritual yang akan anda lakukan dengan bimbingan Guru. Hal-hal tersebut diatas jangan dilakukan sendiri tanpa Guru, disamping cara tersebut diatas tidak lengkap, juga dikhawatirkan akan tersesat dan menimbulkan syirik serta tidak bermanfaat untuk kehidupan anda, keluarga dan lingkungan anda.

1 visitors online now
0 guests, 1 bots, 0 members
Max visitors today: 2 at 01:32 am UTC
This month: 8 at 05-03-2012 07:36 pm UTC
This year: 14 at 04-20-2012 07:37 am UTC
All time: 14 at 04-20-2012 07:37 am UTC