JODOH DITANGAN TUHAN ITU MEMANG BENAR TETAPI PERJODOHAN DITENTUKAN UMATNYA
Pernikahan adalah suatu cara manusia untuk menjalin kasih sayang antara Pria dan Wanita. Agar terjalin kasih sayang yang baik dan benar dibutuhkan cara dan aturan yang benar. Dalam pernikahan inilah umat manusia membentuk suatu peraturan dalam berumah tangga.
Pernikahan mempunyai nilai yang sangat sakral dalam kehidupan umat manusia, karena itulah dalam melakukan pernikahan harus benar dan tepat sesuai dengan aturannya.
Pernikahan mempunyai 2 (dua) Dasar Pokok yaitu:
1. Menyatukan Nilai Rasa
2. Menyatukan Nilai Raga
Dalam penyatuan Nilai Rasa ini berhubungan dengan Alam Tuhan atau Moril dan Etika, sehingga dibutuhkan aturan Agama. Dalam Penyatuan Nilai Rasa dibutuhkan Sarana dan Prasarana yang mempunyai Nilai Ketuhanan.
Dalam mempersatukan Nilai Raga ( badan) juga membutuhkan syarat dan Rukunnya. Nilai Raga ini yang banyak dipahami umat manusia sehingga nilai yang sangat penting ( dasar) banyak ditinggalkan, padahal Nilai Rasa ini yang sangat menentukannya didalam membentuk Pranatan (aturan) berkeluarga.
Pernikahan dalam bahasa Jawa Kuno disebut LAKI RABI.
LAKI maksudnya adalah bertemunya bangsa Raga lawan Jenis didalam hubungan Suami Istri.
RABI adalah bertemunya tali rasa Pria dan wanita dalam berkasih sayang dan sekarang yang disebut dengan PERNIKAHAN.
Pranatan (atruran) pernikahan di dalam Islam berdasarkan Ilmu Jawa menggunakan pakem 2(loro/dua) itu ganjil dan 3(Telu/tiga) itu Genap.
Yang dimaksudkan Loro (2) itu Ganjil adalah:
1. Hanya ada Penganten
2. Hanya ada wali /penghulu
Yang dimaksudkan Tiga/telu (3) dikatakan genap karena itu syarat wajib nikah.
1. Ada pengantin
2. Ada wali
3. Ada saksi
Tiga syarat ini harus dipenuhi.
Artikel tentang pernikahan ini akan kami sampaikan secara bertahap dan kami mengacu kepada pembelajaran dari para leluhur jawa yang kami dapatkan. Dengan tidak mengurangi rasa hormat kami terhadap yang memiliki paham atau keyakinan lain dari pembahasan pernikahan, sebelumnya kami mohon maaf. Kami yakin masih banyak umat yang belum paham dan membutuhkan pengertian tentang pernikahan , oleh karena itu masalah yang akan kami bahas meliputi, antara lain: Syakralnya Pernikahan, Syarat Pernikahan, perhitungan Perjodohan, Pilah pilih Jodoh, Pekem Hidup Manusia, mencari hari baik untuk pernikahan yang berkaitan dengan Ilmu Petung, dan masih banyak lagi.
Manusia yang tidak paham akan mengatakan, semua hari itu baik, benar sekali dan itu tidak salah, tetapi baik untuk apa? Pertanyaan yang perlu direnungkan, mengapa hari ada namanya, dari Jumat – sampai Kamis? Mengapa tidak dibuat Jum’at semua atau minggu semua?. Untuk tidak menimbulkan salah pengertian dan fitnah diantara umat, ada baiknya bagi yang kurang sepaham mohon jangan membaca artikel kami berikutnya.










